Sore ini,
langkahku cukup ringan, menuju tempatku biasa berkumpul dengan rekan-rekanku.
Anjingku, melangkahkan kakinya tinggi-tinggi.
Satu, dua orang terlewati.
Kemudian tiga, lima, sembilan orang terlewati.

Beberapa langkah semakin mendekati jalur pintu masuk Barat.
Ajing berbulu krem ku berjalan dengan moncong tegak 90 derajat ke depan.
Sebelas, empat belas, tujuh belas orang terlewati, belum termasuk mobil & motor.
Lupakan setiap bocah tengik matahari yang meneriakkan 'serigala !' dengan girang pada anjingku.
Atau 'anjing salju', atau 'kucing badag', atau apapun lah itu.
Tiga puluh sembilan orang, belum termasuk angkot, terlewati.
Anjingku yang bulu di pangkal buntutnya baru mulai tumbuh lebat kembali ini, dadanya lebih membusung dari biasanya.
Tidak akan ada lagi orang yang berseru kegirangan, 'Hachiko !', kepada kami berdua.
Dua puluh satu orang terlewati, belum termasuk bus pariwisata nyasar yang harus maju-mundur-maju-mundur demi kembali lolos ke jalan besar.
Lupakan ketakutan orang pada saat setiap kami berdua melewatinya.
Karena anjingku, sore ini, sedang mengibarkan panji Merah-Putih dengan gagahnya.
Sebagaimana telah dilakukan Shiba, Jindo, Chow-Chow, Akita, Poongsan, Hokkaido, Bangkaew dan teman-temannya di seberang sana. Untuk Timur.
Anjingku, yang, boro-boro perintah 'attack !' -bahkan 'sit' pun kadang diacuhkannya ini- berjalan anggun di sisi kiriku.

Empat puluh empat orang terlewati, belum termasuk sepeda, betrix dan otopet listrik.
Kami sampai di tempat tujuan, dan akan segera masuk ke dalam.
Hingga waktu terasa berhenti ketika seorang bocah berseragam putih-merah cingkrang di atas lutut berseru senang.
Yang aku tunggu-tunggu telah tiba.
Pengakuan. Eksistensi.
Ya, sebuah pengakuan monumentalis.
Bocah berkerah putih-kecoklatan ini pasti tahu anjingku ras apa.
Lebih heroik dari Panji Manusia Millenium.
Lebih dramatis melebihi Cinta Fitri.
Lebih epik melampaui Catatan si Boy.
Pasti. Bocah ini pastilah calon nasionalis sejati kelak.
"Eta! Tah, aya gogok serigala! Eta, tingali geura!", serunya gembira.
"Lain, ari kamu... eta teh gogok salju!", sergah kakaknya perempuannya yakin, berseragam putih-biru.

T.A. Putra,
Warung Kopi Tenda. Bandung, Jumat 24 Februari 2012.
Dog's Day Out Indonesia.
Anjing Kintamani Bali.
Random images, courtesy of: T.A. Putra (drawing, 2010), F. Nurhayat (2010), Pandji Vasco D.G.
No comments:
Post a Comment